Mengatasi tantangan e-commerce lintas negara
Blogs
Beberapa dekade terakhir, cara berjualan berevolusi mengikuti logika yang sederhana. Model toko fisik bergeser ke e-commerce lokal. Setelah melewati fase awal yang tidak mulus, e-commerce lokal menemukan ritmenya, dan perusahaan mulai menjual ke pelanggan di wilayahnya sendiri lewat toko online milik mereka dan marketplace lokal lain. Bisnis yang tumbuh membawa kompetisi: makin banyak seller yang masuk lewat jalur online. Ketika persaingan di e-commerce lokal kian padat, brand pun harus berebut tempat di marketplace untuk menaikkan bagian mereka dalam pilihan belanja konsumen. Logikanya, situasi ini, ditambah masuknya pemain global, memaksa brand berinovasi dan mencari cara menjangkau lebih banyak pelanggan.
Kini, e-commerce lintas negara seolah menjadi satu-satunya jalan keluar bagi pemain online karena ia langsung membuka pasar baru yang jauh sekaligus menguntungkan. Bagi bisnis, ini bisa jadi peluang terbesar: menjangkau jutaan calon pelanggan baru dalam semalam. Baik bisnis enterprise maupun pemain lokal kini bisa menjangkau pasar yang belum tergarap sekaligus pasar yang sudah matang, untuk menggandakan angka penjualan.
Tapi peluang yang menggiurkan itu datang bersama tantangan yang khas. Berbeda dengan berjualan lokal, berjualan lintas negara membawa serangkaian pengaturan dan regulasi yang harus dipenuhi. Listing produk di banyak marketplace lintas negara menaikkan pekerjaan manual dan merepotkan. Sebagian marketplace juga menuntut deskripsi produk dalam format khusus mereka, yang menyita banyak waktu dan tenaga para seller.
Seller juga perlu menata pengelolaan inventory yang sempurna untuk beberapa pasar lintas negara sekaligus. Kemitraan dengan partner logistik global jadi keharusan karena itulah satu-satunya cara mengirim produk antarnegara. Sementara last-mile delivery masih jadi angan-angan bagi banyak seller ketika negara tujuan belum punya partner 3PL yang andal.
Tantangan-tantangan ini, dan banyak lainnya, membuat banyak seller online ragu mencoba berjualan lintas negara. Kalau semua pengaturan itu disusun sendiri-sendiri, dibutuhkan usaha dan jaringan yang besar sampai semuanya berjalan tanpa kendala. Yang dibutuhkan adalah platform yang mengambil alih beban itu, sehingga seller bisa berjualan lokal maupun lintas negara tanpa hambatan, langsung dari basis operasi mereka masing-masing.
Aplikasi untuk berjualan di banyak marketplace, seperti Anchanto Order Management, menyatukan semua marketplace seller dalam satu atap dan memungkinkan seller mengelola satu inventory terpusat untuk semua marketplace. Seller bisa listing produk dalam jumlah banyak ke beberapa marketplace sekaligus, dan melacak status order secara real-time. Seller dari India atau Asia Tenggara yang memakai platform seperti ini tidak perlu lagi pusing mengelola marketplace yang berbeda-beda.