Apa Itu Order Routing dan Mengapa Penting untuk Bisnis Anda?

Written by, Dimas Yoga Blogs
Visual representing ecommerce operations, fulfillment, or supply chain technology

Seiring pertumbuhan e-commerce dan ekspektasi pelanggan yang terus meningkat, optimalisasi order routing menjadi faktor krusial untuk menjaga daya saing bisnis. Salah kirim dan keterlambatan pengiriman bukan hanya menurunkan kepercayaan pelanggan, tapi juga meningkatkan biaya operasional – tantangan yang bahkan bisa menghambat retailer online paling sukses sekalipun.

Order routing memastikan setiap order dikirim dari fulfillment center yang paling tepat melalui rute paling efisien. Hasilnya? Pengiriman lebih cepat, minim error, dan operasional yang lebih terkendali.

Artikel ini akan membahas apa itu order routing, bagaimana prosesnya mendukung fulfillment yang lebih optimal, serta manfaat dan best practice yang bisa diterapkan oleh brand e-commerce.

Apa Itu Order Routing?

Order routing adalah proses menentukan jalur terbaik dari gudang hingga ke alamat pelanggan, sehingga produk dapat sampai dengan cepat dan efisien.

Saat ini, sistem Order Management (OMS) modern sudah menggunakan automatic order routing untuk menganalisis berbagai faktor seperti biaya pengiriman, ketersediaan inventory, hingga estimasi waktu pengiriman.

Dengan automatic order routing, bisnis dapat menekan biaya logistik sekaligus mempercepat lead time pengiriman. Dampaknya langsung terasa pada kecepatan pemrosesan order dan kepuasan pelanggan.

Bagaimana Cara Kerja Order Routing?

Proses order routing dimulai begitu pelanggan melakukan checkout. Sistem otomatis kemudian mengambil serangkaian keputusan untuk memastikan order berjalan lancar dari tahap pemesanan hingga diterima pelanggan.

Berikut alurnya:

  1. Validasi dan Pemrosesan Order
  • Order masuk ke sistem Order Management untuk diproses dan diverifikasi, termasuk validasi alamat pengiriman dan detail pembayaran.
  • Sistem juga akan mengecek apakah ada kebutuhan khusus seperti penanganan khusus atau custom packaging.
  1. Evaluasi Inventory
  • OMS mengecek ketersediaan produk, termasuk varian seperti ukuran dan warna.
  • Manajemen inventory yang cerdas memastikan stok tetap optimal, sekaligus mengatur incoming shipment agar distribusi stok yang terbatas tetap efisien di berbagai channel penjualan.
  1. Pengambilan Keputusan Routing
  • Sistem menghitung rute pengiriman paling optimal dengan mempertimbangkan jarak tempuh, biaya bahan bakar, hingga potensi biaya tambahan seperti tol atau handling fee.
  • Estimasi waktu pengiriman juga menjadi pertimbangan utama, terutama untuk order dengan SLA ketat atau kebutuhan pengiriman ekspres.
  • Berdasarkan rules dan algoritma yang sudah ditentukan, OMS akan memilih fulfillment center yang paling sesuai dengan mempertimbangkan level inventory, lokasi pelanggan, serta biaya transportasi – untuk memastikan pengiriman tetap efisien.
  1. Pengiriman dan Tracking
  • Order dipersiapkan untuk pengiriman, termasuk proses packing yang aman dan pembuatan label.
  • Sistem menghasilkan nomor tracking unik yang dapat dibagikan kepada pelanggan.
  • Selanjutnya, shipping carrier mengantarkan paket dari fulfillment center hingga ke alamat pelanggan, sampai proses final delivery selesai.

Order Routing Rules dan Manfaatnya

Visual representing ecommerce operations, fulfillment, or supply chain technology

Sebagian besar sistem Order Management (OMS) secara otomatis menerapkan order routing rules untuk memilih opsi fulfillment terbaik saat order masuk.

Secara umum, sistem akan memprioritaskan pengiriman dari lokasi terdekat di dalam market tujuan yang memiliki seluruh item dalam stok.

Namun, routing rules ini dapat dikustomisasi sesuai dengan strategi fulfillment bisnis Anda. Berikut beberapa aturan yang paling umum digunakan beserta manfaatnya:

  1. Ship from the Closest Location

Apa itu: Rule ini menggunakan pendekatan berbasis jarak untuk menghitung rute pengiriman terpendek. Sistem mempertimbangkan beberapa fulfillment center dalam radius tertentu dan memprioritaskan lokasi yang berada di market tujuan yang sama dengan alamat pelanggan.

Manfaatnya: Mengirim dari distribution center terdekat dapat mengurangi waktu dan biaya pengiriman. Hasilnya adalah delivery yang lebih cepat dan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Sebagai contoh, platform e-commerce yang melayani pasar Asia Tenggara akan mendapatkan lead time lebih singkat dan kualitas layanan lebih optimal jika fulfillment dilakukan dari warehouse di Shenzhen dibandingkan warehouse di Beijing yang lebih jauh dari cluster pelanggan utama.

  1. Stock distribution 

Apa itu: Rule ini menetapkan batas minimum stok di setiap fulfillment center dan mengatur distribusi inventory untuk mencegah stockout. Sistem juga meminimalkan split shipment dengan memprioritaskan lokasi yang memiliki seluruh item dalam satu order.

Manfaatnya: Dengan memastikan order dipenuhi dari lokasi yang memiliki stok lengkap, bisnis dapat menghindari keterlambatan, backorder, dan potensi kehilangan penjualan akibat kehabisan stok.

Distribusi inventory yang lebih seimbang juga membantu memaksimalkan pemanfaatan stok di berbagai channel penjualan.

  1. Cost efficiency  

Apa itu: Rule ini menyeimbangkan kecepatan pengiriman dengan pertimbangan biaya secara keseluruhan. Sistem secara otomatis memilih opsi fulfillment yang meminimalkan biaya proses dan pengiriman untuk setiap order.

Manfaatnya: Biaya pengiriman, operasional, dan handling yang lebih rendah akan langsung berdampak pada peningkatan margin.

Hal ini memungkinkan bisnis untuk melakukan reinvestasi, menawarkan pricing yang lebih kompetitif, atau meningkatkan service level tanpa membebani struktur biaya.

Rule ini sangat relevan bagi bisnis e-commerce dengan banyak warehouse, karena dapat menyederhanakan logistik tanpa mengorbankan kecepatan dan kualitas layanan.

  1. Resource optimization 

Apa itu: Rule ini mendistribusikan order berdasarkan kapasitas dan kapabilitas masing-masing fasilitas, termasuk penyesuaian saat periode peak season serta perencanaan terhadap keterbatasan kapasitas.

Manfaatnya: Dengan mengalokasikan order sesuai beban kerja dan sumber daya setiap fasilitas, bisnis dapat mencegah bottleneck dan keterlambatan proses.

Sebagai contoh, bisnis e-commerce yang memiliki warehouse di Hong Kong dan Shenzhen dapat mengalihkan order ke pusat yang lebih longgar kapasitasnya saat peak season untuk menjaga SLA tetap aman dan operasional tetap stabil.

Best Practice Order Routing untuk Bisnis E-commerce

Order routing yang cerdas bukan sekadar mengarahkan order dari titik A ke titik B. Ini tentang bagaimana Anda mengoptimalkan seluruh proses fulfillment untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang konsisten dan unggul.

Berikut beberapa best practice yang dapat meningkatkan performa order routing dan operasional fulfillment Anda:

  1. Predictive Analytics untuk Demand Planning dan Forecasting

Bisnis e-commerce dapat memanfaatkan advanced analytics melalui platform Order Management yang terintegrasi dan menyediakan data penjualan, order, serta inventory secara update secara real-time.

Dengan satu sumber data yang akurat (single source of truth), sistem dapat secara otomatis menyesuaikan parameter order routing dan mengalokasikan inventory ke fulfillment center yang paling tepat.

Integrasi ini membantu mencegah overload kapasitas saat peak season atau lonjakan permintaan mendadak – sehingga operasional tetap stabil meskipun volume order meningkat tajam.

  1. Sinkronisasi Order dan Inventory Secara Real-Time

Kemampuan ini memastikan setiap perubahan pada inventory atau status order langsung tercermin di seluruh channel penjualan dan sistem internal.

Saat order masuk – baik dari website, marketplace seperti Lazada, maupun toko fisik – sistem order routing menggunakan data real-time untuk menentukan fulfillment center yang paling sesuai.

Jika satu lokasi kehabisan stok, sistem secara otomatis mengalihkan order ke lokasi lain yang masih memiliki inventory tersedia.

Hasilnya: operasional lebih efisien, minim risiko overselling, dan pelanggan selalu melihat ketersediaan produk yang akurat.

  1. Multi-channel order processing 

Mengonsolidasikan order dari website, marketplace, social commerce, dan toko fisik ke dalam satu sistem terpusat dapat mempercepat proses fulfillment sekaligus menekan biaya operasional.

Pendekatan unified order management ini memungkinkan rules dan algoritma order routing bekerja secara terkoordinasi di seluruh channel.

Setiap order akan dipasangkan dengan fulfillment center yang paling tepat berdasarkan ketersediaan inventory dan lokasi pelanggan secara real-time.

Dengan pendekatan ini, bisnis tidak hanya bergerak lebih cepat—tetapi juga lebih presisi dalam mengelola kompleksitas omnichannel.

Kesimpulan 

Di tengah persaingan e-commerce yang semakin ketat, banyak brand menghadapi tantangan yang sama: volume order terus meningkat, sementara biaya harus tetap terkendali dan waktu pengiriman harus semakin cepat.

Mengoptimalkan proses order routing bukan sekadar upgrade teknis. Ini adalah langkah strategis yang dapat mentransformasi keseluruhan operasional fulfillment Anda.

Order routing yang cerdas memastikan setiap order dikirim dari fulfillment center yang paling tepat, melalui jalur paling efisien. Sistem mempertimbangkan faktor krusial seperti level inventory, lokasi pelanggan, hingga biaya pengiriman untuk menentukan opsi fulfillment terbaik.

Dengan mengintegrasikan teknologi dan solusi SaaS modern, bisnis dapat meningkatkan performa order routing sekaligus memperkuat operasional fulfillment. Di sinilah peran sistem Order Management (OMS) menjadi sangat fundamental bagi bisnis e-commerce.

Ambil contoh Anchanto Order Management. Dengan fitur komprehensif yang mengotomatiskan pemrosesan order lintas channel dan memberikan visibilitas inventory secara real-time, sistem ini membantu brand meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan.

Hasilnya terlihat dari pengalaman Everbest Group yang berhasil memangkas waktu fulfillment dari 6 jam menjadi hanya 30 menit, sekaligus mencatat pertumbuhan penjualan rata-rata 50% year over year.

Bagi bisnis e-commerce yang sedang bertumbuh cepat, ini berarti satu hal: operasional fulfillment yang seamless dan agile, sehingga tim Anda bisa lebih fokus memperluas market dan mendorong pertumbuhan bisnis.

Ingin memahami faktor penting yang perlu dipertimbangkan saat mengimplementasikan sistem Order Management baru? Jelajahi panduan lengkap kami.

Atau hubungi tim expert kami hari ini dan temukan bagaimana software inovatif dari Anchanto dapat membawa operasional e-commerce Anda ke level berikutnya.

Referensi

  1. RedHat.com – Intelligent order: Getting goods into the customer’s hands

About cookies on this site

We use cookies to collect and analyse information on site performance and usage, to provide social media features and to enhance and customise content and advertisements. Learn more

Necessary cookies

Some cookies are required to provide core functionality. The website won't function properly without these cookies and they are enabled by default and cannot be disabled.

Analytical cookies

Analytical cookies help us improve our website by collecting and reporting information on its usage.

Marketing cookies

Marketing cookies are used to track visitors across websites to allow publishers to display relevant and engaging advertisements.

Anchanto Masuk Jajaran Perusahaan dengan Pertumbuhan Tercepat di APAC 2026 | Selengkapnya >